kozou-roadster.com

Blog Media Informasi

Samakah Rhinitis Alergi dengan Flu? Pahami Cara Membedakannya

Apakah sebelumnya Anda pernah mendengar istilah rhinitis? Gangguan kesehatan ini hampir sama dengan flu, namun keduanya berbeda. Rhinitis ini dapat disebabkan oleh alergi yang sifatnya bisa musiman. Tentu saja tubuh merasa tidak nyaman ketika mengalami berbagai gejala akibat reaksi alergi ini. Untuk itu, kenali tanda atau gejalanya bisa agar mendapatkan penanganan tepat.

Gejala Flu dan Rhinitis Alergi

Kemiripan antara gejala flu dan rhinitis alergi menjadikan semua orang menggapnya sama. Jika tidak diperhatikan dengan baik, memang tanda atau gejalanya mirip. Keduanya juga sama-sama memengaruhi sistem pernapasan. Gejala umumnya yang sama yaitu mengalami kesulitan bernapas. Hal inilah yang menyebabkan sulitnya membedakan antara flu dan rhinitis akibat alergi.

Dipilah dari sebabnya, keduanya pasti berbeda. Flu disebabkan infeksi virus tertentu, sedangkan rhinitis disebabkan oleh reaksi tubuh dengan zat penyebab alergi, di antaranya adalah debu, asap, tekanan udara, sinus, serbuk sari, alergi pada hewan, dan asma. Meskipun demikian, terdapat perbedaan gejala antara keduanya, sehingga Anda bisa mengenali jika memang terkena alergi.

Flu disertai batuk yang sering, sedangkan gangguan karena alergi hanya batuk kadang-kadang. Seseorang yang terserang flu bisa jadi mengalami demam, sedangkan alergi tidak disertai demam. Mata berair jarang dialami penderita flu, sedangkan penderita alergi sering sekali mengalaminya. Sakit atau radang tenggorokan sering dialami penderita flu, sedangkan penderita alergi tidak.

Cara Membedakan Flu dan Rhinitis Alergi

Selain berbicara mengenai penyebab dan gejala penyakit flu dan rhinitis karena alergi, terdapat perbedaan lain yang lebih konkrit untuk membedakannya. Anda bisa memahami perbedaan lewat durasi, masa terjangkit, dan kemungkinan penularan serta penyembuhan.

Durasi saat seseorang terkena flu ini umumnya adalah 3-14 hari, sedangkan pada alergi bisa berlangsung hanya harian atau bahkan sampai menahun. Lamanya reaksi alergi ini dipengaruhi oleh kuatnya penyebab alergi dan kondisi imun tubuh penderita. Sepanjang terkena alergi pernapasan akibat suatu hal, aktivitas akan terganggu karena tidak nyaman saat bernapas.

Masa terjangkitnya flu juga berbeda dengan gangguan pernapasan karena alergi. Walau tidak mutlak, anak akan terserang flu pada masa tertentu saja, misalnya ketika musim pancaroba, musim flu, ataupun tertular orang lain yang sedang flu.

Hal ini berbeda dengan kondisi alergi yang tidak mengenal musim. Sebagai contoh, alergi debu bisa tiba-tiba terjadi saat berada di lingkungan kotor, alergi asap ketika berada di area kebakaran, alergi sinus karena perbedaan tekanan udara, dan sebagainya. Jadi, tidak ada musim tertentu.

Kemungkinan terjadinya penularan juga berbeda antara keduanya. Potensi tertularnya flu memang sangat tinggi, sedangkan pada rhinitis tidak ada risiko penularan karena perbedaan sensitivitas tubuh pada zat penyebab alergi.

Dari sisi penyembuhan, flu bisa sembuh tanpa perlu perawatan serius. berbeda dengan reaksi alergi yang memerlukan proses menghindari alergen dan penanganan khusus lainnya. Hal ini sangat memerlukan waktu dan konsistensi penyembuhan.

Pengobatan Rhinitis Alergi

Sama seperti pembahasan sebelumnya di atas bahwa penyembuhan rhinitis akibat alergi memang membutuhkan waktu. Proses penyembuhannya lebih serius karena harus melalui pemeriksaan untuk mengetahui apa sebenarnya penyebab timbulnya reaksi alergi.

Setelah itu, penanganan untuk menjauhi objek penyebab alergi harus dilakukan agar bisa kembali sehat. Penanganan tepat dengan pemberian antihistamin ataupun dekongestan sangat dianjurkan. Semprotan kortikosteroid hidung juga membantu mengobati alergi musiman secara efektif. Program terapi khusus alergi juga bisa dilakukan sesuai rekomendasi dokter yang menangani.

Berbagai gejala di atas bisa dikenali sebagai tanda awal Anda mengalami rhinitis alergi, yang tentu saja berbeda dengan flu. Reaksi akibat alergi ini banyak penyebabnya dan bukanlah virus. Oleh karena itu, gangguan kesehatan ini tidak menular karena berasal dari respon tubuh terhadap zat penyebab alergi. Untuk itu, penanganan tepat perlu dilakukan sebelum alergi semakin parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *